Morning Notes

News Letter

Wawancara Siswa SD Jubilee dengan Menteri Kelautan dan Perikanan

Aurelia Khoris, Siswa 5C SD Jubilee dkk. Wawancarai Susi Pudjiastuti ‘Menteri yang Berani’

Dalam rangka pembuatan buku “Pemimpin Masa Depan Indonesia” yang merupakan proyek bersama

Tim ‘Media Anak’ Koran Media Indonesia dan para peserta pelatihan jurnalistik ‘Reporter Cilik Media

Indonesia 2015’, Aurelia Khoris (5C) Siswa SD Jubilee (bersama 12 anggota ‘tim’nya), pada 4 November

2015 mendapatkan tugas mewawancarai Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan pada

Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Sementara pada waktu yang sama, tim

‘Reporter Cilik’ yang lain bertugas mewawancarai bapak Ignatius Jonan, Menteri Perhubungan.

Bu Susi yang dikenal sebagai ‘Menteri Berani’ (telah banyak menembak/meledakkan kapal pencuri

kekayaan laut kita) ini, meladeni pertanyaan para Reporter Cilik dengan rileks, diselingi candanya yang

kocak namun tetap serius. Bagi bu Susi yang tak pernah punya cita-cita menjadi menteri, jabatan

menteri adalah jabatan temporer yang sifatnya sementara dan bersifat politis, ‘ganti presiden, ganti

menteri’.

“Nggak enak jadi menteri lho! Capek, kerja tak kenal waktu dan sering tak kenal hari libur,” tutur bu Susi

berkelakar kepada para Reporter Cilik. Tak enaknya lagi, kata Susi, jika dimarahi Presiden karena terjadi

kesalahan, juga jika ada anggaran atau program yang tak tepat sasaran.

“Lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut yang Tak Sekedar Slogan”

Tantangan terbesar dan terberat bu Susi dalam menunaikan tugasnya sebagai Menteri Kelautan dan

Perikanan adalah menghilangkan budaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang telah menggurita

dalam satu jaringan seperti Mafia yang amat kuat dan sulit dibasmi di antara para pejabat, pengusaha

sumber daya kelautan dan aparat negara.

“Mereka ini selalu mengganggu kita, selalu terus mencoba untuk saling melakukan lobi-lobi kepada para

pejabat dan aparat yang terkait, untuk terus melangggengkan kebiasaan KKN-nya, mencuri kekayaan

laut kita. Satu lagi yang mengganggu kita adalah para wartawan, yang lebih suka mengekspose berita-

berita Bu Susi ketimbang memberitakan menteri-menteri yang lain,” terang bu Susi sambil bercanda.

Harapan bu Susi, Indonesia sebagai negara yang memiliki pantai terpanjang no.2 di dunia, bisa menjadi

negara pengekspor ikan no.2 terbesar di dunia. “Saya ingin, kita benar-benar menjadi Bangsa Maritim

yang disegani dan dihormati di dunia, anak-anak bangsa ini memiliki kesadaran budaya kelautan yang

tinggi, sehingga lagu ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’ tak hanya sekedar slogan yang tanpa makna,

namun bisa benar-benar aktual dan berkembang dalam lingkungan ruang kehidupan kita, “ tegas bu

Susi.

Memandang tugasnya yang berat di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi berprinsip seberat apa

pun tugas yang kita emban, kita selayaknya menyintai bidang itu, sehingga kita bisa bekerja dengan

gembira. Kegembiraan itu enerji. Jika enerji besar kita bisa menggapai hal-hal besar yang kita inginkan.

“Semua kunci kebahagiaan ada di kepala kita. Banyak hal yang bisa membuat kita berbahagia. Yang

penting, jika kita bisa fokus, konsisten, bekerja keras, disiplin mengikuti aturan main, jujur, selalu dan

selalu berbuat baik, pasti hidup akan senang dan bahagia,” terang Susi berfilosofi.

 

Jubilee School

Jl. Sunter Jaya 1 No. 1, Sunter Agung, Jakarta Utara 14350

ph. +6221-65300300, Fax. +6221-65300800

Joomla templates by Joomlashine